Home / Dunia / KM Lambelu Bakal Mangkrak, Ditarik Pekan Depan

KM Lambelu Bakal Mangkrak, Ditarik Pekan Depan

645 Kali dibaca
KM.Lambelu Milik PT.Pelni Karam.

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.- Kandasnya KM Lambelu yang menabrak gusung (laut dangkal) di wilayah perairan Tanjung Pasir Tarakan, masih bertahan di tempat yang sama hingga hari ini. Manajer Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelni Akhmad Sujadi menuturkan, upaya menarik kapal yang dilakukan selama 2 hari juga belum membuahkan hasil. Padahal pihak PELNI bersama otoritas pelabuhan di Tarakan sudah menerjunkan 4 tug boat sejak Sabtu malam hingga Minggu (23/10).

“Namun belum berhasil membebaskan KM Lambelu,” ungkapnya di Jakarta, kemarin (23/10).

Menurutnya, kondisi pasang surut air laut menjadi salah satu faktor keberhasilan evakuasi ini. Sebab jika dilihat dari kondisi saat ini, ketinggian air laut sudah kembali surut. Ketinggian hanya berkisar 2,5 meter di sekitar lokasi. Karenanya, diperkirakan kapal baru bisa ditarik pada 29 Oktober nanti mengingat saat ini kondisi air laut di Tarakan surut.

”Saat ini air surut lagi. Untuk bisa bebas ketinggian air minimal 3-4 meter maka kapal akan bisa bergerak. Diperkirakan pada tanggal 29 Oktober nanti itu air pasang tertinggi. Kita juga akan kerahkan kapal lebih besar,” paparnya.

Di sisi lain, proses evakuasi penumpang juga telah dilakukan. Semua penumpang dalam kondisi aman. Penumpang tujuan Nunukan sudah diangkut dan pindah kapal ferry untuk meneruskan perjalanan pada Minggu siang. Sementara, penumpang tujuan Balikpapan yang sudah memiliki tiket kembali dibawa ke pelabuhan Tarakan.

Sujadi mengatakan, penumpang diperkenankan untuk refund. Uang dikembalikan 100 persen tanpa potongan. Sementara, bagi yang ingin menunggu kapal maka bisa menggunakan KM Bukit Siguntang. “KM.Bukit Siguntang yang akan tiba Selasa (25/10) pagi,” ungkapnya.

KM Lambelu sendiri melayani angkutan penumpang rute Maumere-Makassar-Pare-pare-Tarakan-Nunukan-Balikpapan. Saat kandas, kapal membawa 366 penumpang tujuan Nunukan. Kejadian terjadi sekitar pukul 02.15 Wita. “Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan, nanti ada tim internal lakukan investigasi. Kami juga akan terus tingkatkan pengawasan dan kewaspadaan agar kejadian tak terulang,” ujarnya.

BACA JUGA  Wifi Gratis Jeriko menjawab kebutuhan Mahasiswa

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik KementerianPerhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan mengaku belum bisa berkomentar banyak soal penyebab kandasnya KM Lambelu. Dia mengatakan, pihaknya melalui syahbandar masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Namun, lanjut dia, bila memang ditemukan ada pelanggaran profesi maka casebisa diteruskan ke Mahkamah pelayaran. “Sedangkan KNKT akan melakukan investigasi dengan tujuan berbeda. KNKT melakukan investigasi secara keseluruhan baik nakhoda, fasilitas alur, kewajiban Syahbandar dan lainnya. hasilnya berupa rekomendasi untuk semua pihak tersebut,” ujarnya.(rdr tarakan/timur

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini