Home / Ekbis / IUP HKm Pengakuan Negara Terhadap Pengelolaan Hutan

IUP HKm Pengakuan Negara Terhadap Pengelolaan Hutan

316 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.SIKKA.-Pembahahasan Rencana Kerja Hutan Kemasyarakatan (RK-HKM) Mapi Detun Tara Gahar dihadiri para pengurus dan anggota HKM. Kegiatan ini dibuka oleh Yanvitalis Yulius (Kepdes Egon Gahar), dihadiri Iwan Nurwanto (Balai Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan – BPSKL) region Jawa – Nusa Tenggara, Herry Siswadi (Unit Pelayanan Teknis Kesatuan Pengelolaan Kehutanan, UPT KPH) dan Herry Naif (Koordinator Program) di aula Kantor desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, (09/06).

Iwan Nurwanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa masyarakat pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hutan harus mengeolala areal yang sudah didistibusikan sesuai dengan harapan yang mana memperhatikan zona lindung dan pemanfaatan. Artinya bahwa pengelolaan ini harus didesain secara baik oleh masyarakat, ujarnya.

Herry Siswadi dalam sambutannya bahwa sejak bulan Maret lalu, kita telah melakukan yang namanya musyawarah besar (Mubes) HKm Mapi Detun Tara Gahar. Ada beberapa kesepakatan yang telah dibangun di sana. Itu berarti bahwa kita punya kiat maju dalam pengelolaan.

Bahwa, kita telah melakukan distribusi areal HKm kepada para pemegang, diharapkan agar dimanfaatkan untuk peningkatan pendapatan rakyat. Bahwa alasan kekurangan lahan kelola telah dijawab negara dengan pengelolaan HKm, ujarnya.

Sedangkan, Herry Naif dalam sambutannya mengemukakan bahwa pemberian IUP HKm menunjukkan bahwa telah ada pengakuan negara terhadap pengelolaan hutan oleh rakyat. Karena itu, diharapkann dengan hadirnya kawan-kawan dari perhutanan sosial akan membantu kita dalam proses pengimplementasian.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan rencana kerja hutan kemasyarakatan yang difasilitasi Herry Siswadi (UPT KPH) dan Yustinus Yanto (Fasilitator Lapangan WTM). Beberapa kegiatan yang dibahas adalah konservasi areal mata air yang mendapatkan prioritas penghijauan karena penurunan debit, identifikasi jenis tanaman umur panjang (TUP) yang cocok ditanam di wilayah HKm, seperti: kakao, cengkeh, pala dan lain-lain. Selain itu, juga diidentifikasi soal pengembangan jenis pangan di wilayah itu.

BACA JUGA  Robert Kereta  Wakil Ketua DPRD Flotim

Setelah pembahasan rencana kerja HKm, dilanjutkan dengan kunjungan ke wilayah HKM di blok Rotan Lok oleh Tim Balai Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan, UPT KPH, WTM dan beberapa warga pemegang IUP HKm

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini