Home / News / Daniel Denil Bokol : Tolong Bebaskan Pendeta Simsoni Daud Patola

Daniel Denil Bokol : Tolong Bebaskan Pendeta Simsoni Daud Patola

303 Kali dibaca
Foto : Daniel Dengi (Kamija Merah)

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.KUPANG.– Pasca mendengar ditahannya Pdt. Simsoni Daud Patola, S.Th ditahan oleh Kepolisian Polresta kupang, sejumlah orang tua yang menitipkan anak- anak mereka di Yayasan Pelita Hidup mendatangi Kepolisian resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meminta agar Ketua Yayasan Pelita Hidup segera dibebaskan terhadap tuduhana melakukan ekploitasi anak dibawah umur segera dibebaskan.

Berdasarkan penuturan orang tua yang menitipkan anak-anak mereka di Yayasan Peliata Hidup, bahwa keputusan ini telah disepakati bersama Pendeta Simsoni, bahwa anak- anak mereka dititip untuk melanjutkan sekolah. Ketika mendengar penahanan tersebut sontak membuat sejumlah orangtua kaget dan menginginkan pendeta segera dibebaskan.

“Kami minta agar pendeta Sony dibebaskan, sehingga anak- anak kami masih bisa melanjutkan sekolah,” kata Salah satu orang tua, Daniel Dengi Bokol di Polresta Kupang, Sabtu, 1 Juli 2017.

Yayasan Pelita Hidup yang terletak di jalan W.J Lalamentik diketahui menampung sebanyak 10 anak dibawah umur yang berasal dari Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya (SBD). Di yayasan tersebut anak- anak disekolahkan dan diberikan pelatihan dan diajar untuk bekerja. Bahkan sepuluh anak tersebut diberi privat khusus oleh guru yang dibiayai oleh Yayasan Pelita Hidup.

Sesuai informasih yang diketahui, Pendeta Simsoni dilaporkan oleh ketua RT dan beberapa anak di yasayasan untuk melaporkan hal tersebut ke Polresta Kupang dengan dugaan telah melakukan Eksploitasi anak dibawah umur. Berdasarkan laporan RT tersebut, Ketua Yayasan Pelita Hidup langsung ditahan pihak Kepolisian Kupang Kota terhitung 12 JUNI 2017 lalu.

Dengan ditahannya ketua yayasan tersebut, sejaumlah orangtua merasa kecewa karena anak-anak mereka dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Sumba Barat Daya. Sehingga hal ini sangat merugikan orangtua yang telah menitipkan anak-anak mereka yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari Yasayasan Pelita Hidup.

BACA JUGA  Honing Sanny : Sabu Butuh Sumber Air yang Memadai

“Tidak mungkin pa Pendeta malakukan hal tersebut, kami sebagai orangtua merasa bangga karena dengan kebaikan beliau sehingga anak-anak kami bisa mendapatkan pendidikan. “Oleh karena itu, kami semua oragtua bersepakat membuat surat permohonan resmi untuk membebaskan pendeta Sony, ujar Daniel Denil Bokol. (dor)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini