Home / Flores & Lembata / Mgr Anton Subianto: Taman Doa Fatima Larantuka Sungguh Luar Biasa

Mgr Anton Subianto: Taman Doa Fatima Larantuka Sungguh Luar Biasa

267 Kali dibaca
Tanda tangan Prasasti oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA—Sekretaris Jenderal Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Anton Subianto Bunyamin, OSC, memuji pemilihan lokasi dan langkah yang dilakukan oleh Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr atas berkat Allah dengan hadirnya Taman Doa Bukit Fatima di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Mgr Anton Subianto Bunyamin, OSC mengatakan itu dalam homili (Kotbah) perayaan ekaristi kudus pemberkatan dan pengresmian Taman Doa Bukit Fatima Larantuka, di Bukit Tuakehak-San Dominggo, Larantuka, Selasa (31/10).

“Proficiat saya ucapakan, kalau boleh atas nama seluruh Uskup di Indonesia atas kehadiran Taman Doa Bukit Fatima ini. Taman Doa yang indah dan sungguh luar biasa. Di antara para Uskup, kami memuji Mgr Fransiskus Kopong yang ternyata punya selera yang indah,” katanya.

Perayaan ekaristi pemberkatan dan pengresmian Taman Doa Bukit Fatima Larantuka dipimpin konselebran utama Uskup Agung Ende, Mgr Vinsensius Sensi Potokota, Pr didampingi Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Sekretaris Jenderal Komisi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr Mgr Anton Subianto Bunyamin, OSC, Uskup dan Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM serta puluhan imam se Keuskupan Larantuka.

Mgr Anton Subianto mengatakan Uskup Fransiskus Kopong Kung mempunyai mata yang sangat jelih bagaikan dewa yang memilih Bukit yang sungguh luar biasa menjadi Taman Doa Bukit Fatima. “Mgr Fransiskus punya mata jelih bagaikan dewa yang memilih bukit yang luar biasa,” kata Mgr Anton Subianto yang juga Uskup Bandung ini.

Mgr Anton Subianto mengatakan, di bagian depan dari Kapel Taman Doa Bukit Fatima, ada Perhentian ke 12, Yesus Wafat Di Kayu Salib. Pada 2000 tahun lalu, Yesus memandang kejahatan dan penderitaan manusia yang luar biasa. “Di Larantuka lain. Yesus memandang keindahan yang luar biasa. Ada keindahan pantai. Ada keindahan Pulau Adonara, Alor dan di tengahnya ada Kota Larantuka,” katanya.

Mgr Anton Subianto lebih jauh dalam homilinya mengatakan kehadiran seseorang sering kali mempengaruhi kehidupan kita. Siapa yang mengundang dan siapa yang hadir menentukan apakah kita mau datang di undangan tersebut. Perjumpaan dengan orang lain menimbulkan suatu perasaan tergantung dari sejauhmana orang tersebut menjadi berkat bagi kita.

“Kedatangan Maria yang membawa Yesus dalam kandungannya membuat Elizabeth mengalami sukacita dan bayi dalam kandungannya melonjak kegirangan. Elisabeth dipenuhi dengan roh kudus. Bunda Maria menanggapinya dengan penuh kerendahan hati. Ini semua terjadi karena Allah yang maha kuasa berkenan melakukan perbuatan besar padanya,” katanya.

BACA JUGA  Tonce Matutina : Mengabdi Harus Penuh Dengan Ketulusan

Pada 100 tahun lalu, kata Mgr Anton Subianto, penampakan Maria pada 3 anak di Fatima telah menjadi berkat bukan hanya umat Fatima dan gereja Portugal tapi juga gereja universal dan umat seluruh dunia. Dan hari ini, katanya, semua umat Keuskupan Larantuka bersyukur atas peristiwa rahmat itu dengan memberkati Taman Doa Bukit Fatima Larantuka dan Kapela Maria Fatima di bukit ini.

Mgr Anton Subianto mengatakan, Bunda Maria melihat begitu banyak penderitaan, kebutuhan orang-orang yang berdoa, memohon kepadanya. Dan tentu Bunda Maria akan berdoa memohon kepada Yesus untuk mengabulkan semua doa dan permohonan itu. “Di Taman Doa Bukit Fatima Larantuka ini. Semoga kehadiran Bunda Maria yang dicari dan dihormati di Taman Doa Bukit Fatima Larantuka ini menjadi berkat bukan hanya bagi gereja Larantuka, tapi juga bagi gereja seluruh Indonesia. Melalui Maria, kita sampai pada Yesus,” katanya.

Disaksikan media ini, setelah perayaan ekaristi kudus yang diikuti ribuan umat yang tersebar di paroki-paroki terdekat di Kota Larantuka, dilakukan penandatangan prasasti pemberkatan oleh Sekretaris Jenderal Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr Mgr Anton Subianto Bunyamin, OSC, Uskup Agung Ende, Mgr Vinsensius Sensi Potokota, Pr, Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr dan Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM. Pengresmian Taman Doa Bukit Fatima Larantuka dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Hadir Staf Khusus Presiden, Komjen Polisi (Purn) Gorris Mere, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Anggota DPRD RI, Melchias Markus Mekeng, Kapolda NTT, Brigjen Polisi Agung Sabar Santoso, Komandan Lanud Eltari Kupang, Ronny Moningka dan sesepuh masyarakat Flotim di Jakarta, Yakob Riberu.

Dari unsur Pemerintah Daerah Flotim, hadir Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, Sekretaris Daerah Flotim, Anton Tonce Matutina, Ketua DPRD Flotim, Yosep Sani Betan, para anggota DPRD Flotim, pimpinan Forkompimda Flotim, Mantan Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni, Mantan Wakil Bupati Flotim, Valens S. Tukan.

Hadir juga para imam, biarawan, biarawati se Keuskupan Larantuka, umat dari berbagai tempat di Indonesia terutama Jakarta, Bandung dan Bogor, dan umat Keuskupan Larantuka terutama dari berbagai paroki di Larantuka daratan. (*)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini