Home / Flores & Lembata / UPT KPH Flotim Kembangkan Ekowisata Puncak Ile Lewotobi

UPT KPH Flotim Kembangkan Ekowisata Puncak Ile Lewotobi

437 Kali dibaca
Foto : Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Flores Timur, Servelus Satel Demoor,S.HuT. Pemandangan Matahari Terbit dilihat dari Puncak Gunung Lewotobi

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA. UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Flores Timur yang berada dibawah Dinas Kehutanan Provinsi NTT, merupakan unit teknis yang tidak hanya melakukan peran administratur (Forest Administator), tetapi juga melaksanakan peran manajerial (forest managemenet).

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Flores Timur, Servelus Satel Demoor,S.HuT, Rabu 21 Maret 2018 di ruang kerjanya menjelaskan bahwa, program kehutanan dengan skema Perhutanan Sosial dengan pola kemitraan kehutanan, dapat memberikan ruang untuk masyarakat untuk melakukan usaha.

Pada prinsipnya, pola kemitraan kehutanan UPT KPH melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan masyarakat sekitar hutan. Korelasi mitra ini akan berdampak meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan cara memaksimalkan potensi yang ada pada tiap kawasan hutan.Program perhutanan sosial dilaksanakan dengan berbagai pihak demi memajukan pertumbuhan perekonomian kepada masyarakat pada setiap kawasan hutan.

“KPH, disamping memberikan pelayanan publik, juga melakukan pengelolaan pada setiap kawasan hutan yang bisa dijadikan sebagai lokasi pariwisata. “Hal ini dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat pada setiap kawsan hutan, jelas Demoor.

Menurutnya, potensi yang ada pada kawasan hutan di wilayah Flores Timur  akan dikembangkan menjadi tempat wisata. Program UPT Kehutanan Kabupaten Flores Timur memberikan beberapa kawasan hutan seperti Puncak Lewotobi yang berada pada kawasan hutan Lewotobi IleMuda (RTK 106), Air Terjun Wai Poar yang berada pada kawasan hutan Ile Wukohlewoloro (RTK 126). Padang savana Lamanabi pada kawasan hutan Ile Nubi Kumarodo (RTK 128) , rumah adat di Solor Selatan, Desa Kalike yang masuk dalam kawasan hutan Ile Watoemi (RTK 132) dan Puncak Ile Boleng di kawasan hutan Ile Boleng (RTK 129).

“Potensi pada kawasan ini akan bisa dikembangkan menjadi wisata tracking dan wisata alam. Adapun program ini akan berkoordinasi dengan beberpa OPD terkait, serta melibatkan masyarakat sekitar untuk dikelola bersama dengan pola kemitraan kehutanan, ungkapnya.

BACA JUGA  Adreas Hugo Parera Diperiksa KPK

Adapun beberapa fungsi hutan yang telah ditetapkan negara yakni Hutan Kemasyarakatan (HKM), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Desa ( desa mengelolah kawasan). Melihat fungsi hutan itu sendiri, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Flores Timur, mulai melakukan identifikasi kawasan hutan untuk dikembangkan  menjadi potensi destinasi pariwisata.

Salahsatu hasil identifikasi KPH Flotim adalah puncak gunung ile lewotobi (kawasan hutan Lewotobi IleMuda). Dimana pada lokasi ini, telah didaki oleh teman-teman pencinta alam diseluruh indonesia bahkan beberapa turis mancanegara.

“Kawasan Puncak gunung Ile Lewotobi teryata banyak mahasiswa pencinta alam dari beberapa kota di Jawa sudah sampai ke puncak Lewotobi. “ Dan benar, dari pengakuan wisatawan lokal maupun turis mancanegara menuturkan, dipuncak tersebut kita akan menyaksikan matahari terbit dengan pemandangan yang sangat indah, ujar Demoor.

informasih yang diperoleh, pada tanggal 18 maret  2018, beberapa dokter PTT di kabupaten lembata mendaki ke puncak Ile Lewotobi. (dor)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini