Home / Flores & Lembata / Gelapkan Beras Rastra, Kades Menanga Solor Timur Dipolisikan Warga

Gelapkan Beras Rastra, Kades Menanga Solor Timur Dipolisikan Warga

354 Kali dibaca
Foto : Ilustrasi

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.SOLOR. Kepala Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur, dilaporkan warga karena diduga lakukan penggelapan beras untuk keluarga sejahtera ( Rastra). Hal ini berdasarkan laporan polisi, Nomor LP/ 14/ X/ 2018/ NTT/Res.Flotim/Sek. Solor tanggal 12 oktober  2018, yang menyatakan telah terjadi tindakan pidana  penggelapan beras  rastra Desa Menanga, pada tanggal  4 oktober 2018, sekitar pukul 22.00 wita.

Kepada wartawan, Rabu 14 November 2018  warga  desa  mengungkapkan kekecewaan terhadap tindakan yang dipertontonkan Kades Menanga (IM). Pasalnya beras yang diperuntukan untuk warga miskin  teryata masih juga dicuri oleh aparat untuk kepentingan pribadinya. “Saya sangat prihatin dengan tindakan yang dilakukan kades menanga, beras untuk orang miskin tapi masih juga dicuri, kesalnya.

Awal kejadian beras rastra sampai dilaporkan kepada pihak kepolisian Sektor Solor bahwa, informasih diperoleh dari buruh pelabuhan yang melihat sejumlah karung beras yang hendak diberangkatkan Kades dengan tujuan Kupang. Melihat hal tersebut, timbul kecurigaan karena jumlah karung beras yang dikirim cukup banyak.

Merasa terjadi sesuatu yang aneh terhadap perbuatan kades, beberapa warga mulai mencari informasih terkait sejumlah karung beras yang di kirim kades  ke Kupang menggunakan kapal Clarisa. Dari beberapa keterangan yang dihimpun,akhirnya pada tanggal 12 0ktober sejumlah warga mendatangi kantor desa menanga untuk menemui sang Kades (IM).

Saat menemui Kades, warga menanyakan kenapa beras rastra yang diperuntukan warga miskin tapi di kirim ke Kupang? Namun lagi-lagi sang kades menunjukan sikap  arogan dengan dalil bahwa itu menjadi urusannya. Merasa tidak puas dengan jawab kades, akhirnya wargapun melaporkan tindakan Kades ke pihak Polsek Solor. Akibat perbuatan sang kades, sejumlah warga mengingkan dirinya segera di proses secara hukum.

BACA JUGA  Bupati FlotimTutup Turnamen Kolilanang Cup 2018

Sebelumya, perilaku sang kades Menanga pernah menjadi sorotan warga karena diduga telah melakukan aksi ukur badan dengan istri orang hingga hamil. Berikut  berita yang pernah dimuat TIMURNTT.COM terkait perbuatan kades menanga. Nasib sang istri malang (KN) yang tak berdosa telah terperangkap di dalam jerat-jeratnya lewat propaganda cinta sang Kades Menanga, Kecamatan Solor Timur hingga usia kandungan mencapai tujuh bulan. Sang Kades telah mencemari cinta dan keharmonisan rumah tangga KN , yang kini suaminya sedang merantau mencari nafkah untuk membiayai tiga buah hati mereka.

Kepala desa yang baru setahun memegang jabatan, tega mengobral cintanya kepada wanita lemah dan membuat hingga terperangkap dalam syahwatnya. Menurut sumber menjelaskan, minggu 14/1 bahwa, seiring dengan berjalanya waktu sang Kades sering ke rumah dengan dalil mengurus KTP, namun lambat laun kata-kata manis selalu menghiasi bibir kades ketika bertemu dengan KN, sehingga wanita lemah ini terjebak dalam sandiwara sang kades.

“Pak kades ke rumah KN dengan alasan mau mengurus KTP, sehingga kami keluarga tidak manaru rasa kecurigaan. “Namun lambat laun ada perubahan pada diri KN dan menjadi pertanyaan bagi keluarga. KN hamil dengan siapa? Sedangkan suaminya lagi merantau di Kalimantan? Tepatnya pada tanggal 25 Desember 2016 keluarga menanyakan langsung pada KN, dan tak diduga KN menjelaskan pelakunya adalah kepala Desa, ujar sumber

Lebih lanjut sumber juga menguraikan,sang Kades pernah mengutarakan kepada orangtua adat untuk menolak bala terhadap dirinya. Tak sampai disitu orangtua adat juga mengarahkan apabila dirimu (kades) mau melakukan ritual adat untuk menolak bala, sebaiknya harus jujur dengan sikap dan perbuatan. Alhasil sang Kades dengan jujur mengungkapkan bahwa dirinya telah menghamili istri orang.

BACA JUGA  Kunjung Perdana di Kecamatan Wotan Ulumado, Bupati Flotim Mengukuhkan Kelompok Tani

Sementara itu, Camat Solor Timur, Muhamad Zulkarnain yang dikonfirmasih melalui telepon menjelaskan bahwa, untuk masalah ini dirinya masih berkoordinasi dengan pihak Badan Pemerintah Desa untuk melakukan investigasi untuk mendapatkan informasih yang lebih jelas.

“Saya (camat) bersama dengan BPD sedang mengumpulkan data di lapangan terkait informasih sang Kades telah menghamili istri orang, ujar zulkarnain.

Dipihak lain keluarga juga akan menempuh jalur adat dan hukum, langkah ini dinilai sebagai jurus ampuh untuk menghindari terjadinya masalah-masalah berikutnya. Karena perbuatan sang kades begitu menyakitkan dan menjadi malapetaka yang sangat pahit bagi KN dan keluaraga besar. (dor)

,

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini