Home / Flores & Lembata / Lima Wanita PSK Berhasil Diamankan Pol PP Flotim

Lima Wanita PSK Berhasil Diamankan Pol PP Flotim

364 Kali dibaca
Foto : Penyidikan lima wanita PSK di ruangan Wakil Bupati

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA. Kandang Ayam, Kandang Kambing, sebuah istilah untuk rumah prostitusi bagi pelanggan PSK  di kabupaten Flores Timur. Istilah ini terungkap ketika Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur, senin 10 desember 2018 berhasil menangkap 5 wanita yang keseharian melakukan bisnis ukur badan di Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka.

Awal penangkapan 5 wanita tersebut, berdasarkan Informasih dari Bupati Flores Timur kepada Kasat Pol PP melalui sambungan selular pada pada senin,10 desember jam 6 pagi. Berdasarkan Informasih tersebut, Kasat Pol PP memerintahkan stafnya untuk melakukan penyedikan ke lokasi tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama tim Pol PP berhasil menangkap PSK tersebut dan membawa ke kantor untuk penyidikan.

“Pada jam 6 pagi saya mendapat telepon dari pa Bupati, bahwa diduga terjadi praktek prostitusi di lokasi Kelurahan Weri. “Dari informasih tersebut, kami lakukan pengintaian dan pada jam 11 kami berhasil menangkap 5 orang perempuan yang sedang santai menunggu pelanggan di rumah  (M), jelas Kasat Pol PP.

Sambil melakukan penyelidikan terhadap kelima wanita  tersebut, Kasat Pol PP melaporkan kejadian tersebut kepada Wakil  Bupati. Sekitar 30 menit, 5 wanita dan pemilik rumah diminta oleh wakil untuk bertemu di ruang kerjanya. Penyelidikan terhadap 5 wanita tersbut diambil oleh Wakil Bupati karena dengan alas an yang mendasar bahwa, karena selama ini pola penyelidikan dilakukan satu arah sehingga sulit membongkar mafia yang diperankan cukup rapih. Dalam penyelidikan tersebut, terdapat seorang wanita yang berkepribadian cacat mental asal Solor Timur.

Pemilik rumah (M) pria asal Patisirawalang, pada awalnya masih melakukan pembelaan bahwa tidak terjadi praktek prostitusi di rumahnya. Dirinya juga tanpa beban menyampaikan lima wanita tersebut adalah keluarganya yang baru tiba dari Lembata dan Alor. Tidak membutuhkan waktu yang lama, sang pemilik rumah tersebut mengakui bahwa kelima wanita tersebut adalah PSK yang sering menyewakan kamarnya dengan sekali menggunakan Rp.50.000. “ Benar pak, mereka adalah PSK yang datang dari lembata, Alor,Bugis, Solor”. “Saya hanya menyewakan salah satu kamar dirumahnya saya dengan tarif Rp. 50.000 sekali pakai, ungkap (M) kepada Wakil Bupati.

BACA JUGA  Bupati Flotim : 1.500 Hektar Siap Produksi Garam Solor

Pemilik rumah (M) juga membeberkan praktek ukur badan dilakukan  PSK pada siang hari, bahkan kamar juga disewakan kepada pasangan selingkuh,entah itu dengan istri orang/suami orang, namun pada prinsipnya (M) tetap memasang tarif tetap dengan nilai Rp.50.000

Kepada wartawan, salah satu PSK secara terbuka mengungkapkan masih banyak rumah yang dijadikan tempat prostitusi di wilayah Kecamatan Larantuka. Dirinya juga mengisahkan bagaimana melayani para pelanggan dengan tarif sekali main kuda-kudaan dibayar dengan Rp.300.000. Bahkan ada  pelanggan yang kabur setelah selesai melakukan aksi ukur badan. “Sekali masuk Rp.300.000, bahkan ada pelanggan di salah satu instansi  Pemkab Flotim  kabur setelah dua kali lakukan hubungan dengan alasan keluar membeli makan, tutur MR.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui dinas Sosial dan Koperasi siap memberikan pelatihan dan pendidikan keterampilan kepada 5 wanita tersebut untuk berwirausaha. (dor)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini