Home / Flores & Lembata / Pertanyakan Pembatalan Proyek, Masyarakat Lewolere Temui DPRD Flotim

Pertanyakan Pembatalan Proyek, Masyarakat Lewolere Temui DPRD Flotim

289 Kali dibaca
Foto.Masyarakat RT/RW.01/03 saat dengar pendapat di DPRD Flotim

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA.- Proyek pengerjan  jalan semenisasi  berlokasi di jalan tiga kelurahan Lewolere, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur dengan nilai sebanyak lima puluh juta rupiah dibatalkan secara sepihak meskipun sudah mengantongi  Surat Perintah Kerja (SPK). Pembatalan secara sepihak tersebut bukan sekedar memiliki SPK, namun anggaran dengan nilai lima puluh juta rupiah sudah termuat dalam  APBD perubahan tahun 2018.

Dengan demikian, belasan warga RT/RW01/03 Kelurahan Lewolere, kecamatan Larantuka,Rabu 19 December 2018 mendatangi DPRD Flotim untuk melakukan diskusi terkait pembatalan proyek,  yang menurut warga adalah keputusan secara sepihak dan tidak masuk akal.  Kedatangan belasan warga  ke DPRD sebagai bentuk perjuangan untuk mengetahui alasan pembatalan proyek seminisasi yang sudah jelas mengantongi Surat Perintah kerja (SPK).

Dalam forum dengar pendapat yang di pimpin Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan, perwakilan masyarakat RT/RW/01/03 menjelaskan akan kehadiran mereka terkait pembatalan proyek pengerjaan lorong yang sudah memilki SPK namun dibatalkan secara sepihak. Proses pengerjaan lorong tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat setempat dengan cara, menebang beberapa tanaman produktif dan pembongkaran lahan untuk memperlebar lorong , bahkan pihak suplayer telah membelih 75 sak semen.

“Kehadiran kami ini sebagai repsentitatif DPRD, “ sebagai lembaga rakyat untuk mendesak bahwa pekerjaan ini harus tetap dilaksanakan dan mengetahui siapa sutradara untuk melakukan pembatalan, jelas Gaspar Kleden.

Menurut Gaspar, masyarakat RT/RW.01/03 telah membuka lahan dan berani melakukan pekerjaan tersebut berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK). Namun dalam perjalanan ada informasih dari kontraktor bahwa pekerjaan ini dibatalkan. “Yang membatalkan kami tidak tau, yang menyampaikan pembatalan adalah kontraktor itu sendiri, terangnya dalam rapat dengar pendapat.

Mendengar persoalan yang disampaikan oleh masyarakat Lewolere, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Flores Timur yang ikut dalam rapat dengar pendapat, mengungkapkan kekecewaan dan siap membuat surat resmi kepada Pemerintah. (dor)

BACA JUGA  Masyarakat Flotim Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil di Bandara Gewayan Tana

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini