Home / Flores & Lembata / Proyek Semenisasi Lorong di Lewolere Kantongi SPK

Proyek Semenisasi Lorong di Lewolere Kantongi SPK

523 Kali dibaca
Foto : SPK

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA. Teka teki paket pekerjaan proyek semeninisasi lorong di RT 03/RW 01, Kelurahan Lewolere, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) sebesar Rp 50 juta pada Dinas Tenaga Kerja Flotim yang kini sedang menjadi polemik, baik di tengah masyarakat maupun antara sejumlah Anggota DPRD Flotim dengan Pemerintah, semakin menarik untuk disimak dan ditelusuri.

Secara khusus pengadaan bahan baku bangunan untuk paket pekerjaan proyek semenisasi lorong senilai Rp 34.972.000 telah  mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK) dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada rekanan atau pihak ketiga dalam hal ini CV Pesona Flotim bernomor: SPK.DTK.007/369/SEKRET/2018, tertanggal 21 November 2018.

Direktur CV Pesona Flotim, Markus Uba Ama, dikonfirmasi media, Sabtu (22/12/2018) mengakui hal itu. Menurut Markus Uba, Dia dalam hal ini sebagai suplair pengadaan bahan baku paket proyek tersebut telah menerima SPK dari PPK tertanggal 21 November 2018. Setelah menerima SPK itu, Dia langsung memesan dan mendroping bahan baku sesuai SPK.

Dia juga berjanji akan menyelesaikan pekerjaan pengadaan bahan baku itu dalam tempo selambat-lambatnya tiga hari.  Namun, setelah mendapat informasi bahwa proyek itu dibatalkan, Dia segera mengangkut kembali bahan baku yang sudah didroping ke lokasi.

“Saya sudah pesan pasir, batu, kerikir. Khusus untuk semen sebanyak 75 sak sudah langsung saya beli dan droping ke lokasi. Sekarang saya cari mobil angkut kembali ke rumah semen 75 sak itu. Biaya mobil untuk angkut kembali sekitar Rp 350.000. Tidak apa-apa, rugi juga baik,” kata Uba Ama.

Uba Ama mengaku setelah masalah tersebut mencuat kepermukaan, Dia langsung bertemu dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Flotim menyampaikan sejumlah hal terutama Dia sebagai kontraktor pengadaan bahan baku bersedia untuk diganti dengan catatan paket proyek tersebut tetap dilaksanakan demi kepentingan yang lebih besar, yakni masyarakat dan Lewotana.

BACA JUGA  Bupati Flotim Melepas 18 Calon Haji

“Saya sudah ketemu Kepala Dinas soal masalah ini. Saya konfirmasi kepada Kadis bahwa dengan masalah ini saya tidak terlibat. Prinsip saya, kalau pun dibatalkan dan kontraktornya diganti tidak masalah bagi saya. Saya dengan senang hati. Yang paling penting, proyek ini tetap jalan demi masyarakat yang membutuhkan,” kata Uba Ama.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Flotim, Emanuel Lamury, ketika dikonfirmasi media ini, melalui telepon, Sabtu (22/12/2018), meski nada telpon tersebut terhubung, namun Kadis Eman Lamury tidak mengangkat/menerima. Media ini sempat menghubunginya melalui SMS, namun juga tidak dibalas hingga berita ini dimuat.(dor)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini