Home / Flores & Lembata /  Akibat Gelombang, Siswa  SMKN Watowiti Flotim Tenggelam  Diperairan Sumenep

 Akibat Gelombang, Siswa  SMKN Watowiti Flotim Tenggelam  Diperairan Sumenep

167 Kali dibaca
Foto : ist. kepsek bersama Guru SMKN Watowiti bersama Wabup Flotim

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA.-Kapal Nelayan milik salah satu perusahan di Kabupaten Pati Jawa Tengah tenggelan diperairan Sumenep Jawa Timur.
Kapal yang juga menjadi tempat praktek siswa SMK Watowiti tenggelam pada hari Minggu, 7 Juli 2019, diduga dihantam badai besar. Informasi tenggelamya Kapal tersebut di sampaikan oleh Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, kepada Humas Pemda Flores, setelah mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMKN Watowiti bersama tiga orang rekan gurunya, siang tadi di ruang kerja Wabup Agus Boli.

“Tadi menghadap saya, Kepala SMKN Watowiti dan tiga orang guru melaporkan musibah tenggelamnya kapal nelayan milik perusahan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kata Wabup Agus Boli.

Melanjutkan keterangan dari Kepala Sekolah dan ketiga orang guru itu, Wabup Agus Boli menyebutkan bahwa salah satu korban yang belum di temukan sampai sekarang adalah Yoseph Barti Raimundus Benekikus asal Sarotari Larantuka yang juga praktek diatas kapal naas itu.

Wabup Agus Boli menjelaskan, kapal diperkirakan berlayar mencari ikan dan di hantam badai besar di sekitar Perairan Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Akibatnya kapal tersebut pecah dan tenggelam. Kapal naas itu ditumpangi oleh 38 orang termasuk ABK dan siswa SMK Watowiti yang tengah melakukan praktek kerja lapangan. Saat kejadian itu, semuanya berusaha menyelamatkan diri dengan cara mengikat tubuh mereka dengan tali yang disatukan dengan pelampung. Setelah terapung beberapa jam lanjut Wabup Agus Boli, mereka pun kelelahan dan korban Yoseph Bendiktus terlepas dari ikatan dan tenggelam di perairan itu pada hari Minggu, 7 Juli 2019. Sedangkan yang lain dilaporkan selamat karena ditolong kapal lainnya.

Setelah mendapat laporan Wabup Agus Boli langsung meminta Sekda Flores Timur, Paulus Igo Geroda, S.Sos, M.AP, yang juga Ex Officio Kepala Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur untuk menugaskan Asisten Adminstrasi Umum, Mikhael Bulet Ruron, SH, M.Si mendampingi Keluarga Korban berangkat ke Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Pati dan Perusahan tempat praktek Siswa untuk lanjutkan Pencarian.

BACA JUGA  Atasis Krisis Air, Desa Di TTU Bangun Embung

“Kita berharap korban masih hidup dan dapat di temukan walaupun sudah lewat 1×24 jam karena jika dia terapung dengan pelampung maka lima sampai dengan enam jam pun yang bersangkutan masih hidup walaupun tidak makan, katanya.

Kepada kerabat dan keluarga, Wabup Agus Boli menitip pesan agar tetap berdoa menurut agama dan keyakinannya masing-masing dan menyarankan kepada keluarga untuk melakukan seremoni adat “Mayan-Pole dan Tapin-balik” secara adat Lamaholot untuk membantu pencarian korban. Ia berharap keluarga tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan hidup ini.

“Meskipun SMK secara kewenangan menjadi urusan Pemerintah Propinsi NTT di Kupang, namun ini soal kemanusiaan dan nyawa orang, maka Pemda Flotim terlibat penuh dalam proses Pencarian ini, kata Wabup Agus Boli. (*)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini